Eksekusi Pasar Lamongan Rusuh, Empat Ditangkap

LAMONGAN- Eksekusi ribuan lapak dan kios pedagang pasar tradisional Babat, di Kabupaten Lamongan, Jatim berlangsung ricuh pada Minggu (16/10).
Kericuhan ini dipicu karena pedagang berusaha mempertahankan lapak dari gusuran petugas gabungan. Sempat terjadi baku hantam antara pedagang dengan petugas saat eksekusi lapak berlangsung. Karena kalah kekuatan, para pedagang kemudian membiarkan lapaknya dibongkar paksa petugas. Eksekusi ini juga mendapat penjagaan ektra ketat ratusan aparat gabungan Polri, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab setempat.
Dengan alat berat, eksekusi lapak pedagang pasar tradidisional pasar Babat ini mulai dilakukaan sekitar pukul 08.00 WIB. Mulanya, pelaksanaan pembongkaran ini dilakukan terhadap ratusan pedagang buah di bekas lahan terminal lama Babat.
Pedagang yang tidak terima lapaknya dibongkar selanjutnya melakukan perlawanan. Akibatnya, terjadi saling dorong antara petugas dengan ribuan pedagang. Pedagang yang marah dan berusaha mempertahankan lapaknya hingga terlibat baku hantam antara petugas dan pedagang. Petugas bertindak keras dengan menggunakan alat penyengat listrik. Namun dibalas pedagang dengan lempar batu serta air keras kepada petugas.
Akibat kericuhan ini, sejumlah pedagang dan petugas mengalami luka-luka. Petugas juga mengamankan empat orang pedagang yang diduga sebagai provokator terjadinya kericuhan itu. Dalam eksekusi itu, nampak petugas keamanan terus berjaga untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.
Purnomo, salah satu perwakilan pedagang menyatakan, pihaknya tetap menolak pembongkaran kios dan lapak pedagang sampai ada kesepakatan antara pemkab, pedagang serta investor.
Hal senada juga disampaikan Ayok Kristian, perwakilan pedagang lainnya. Menurut dia, pihaknnya bersama ribuan pedagang lainnya bakal tetap menolak relokasi tersebut. Karena, hingga saat ini belum ada kesepakatan yang jelas antara pihak terkait.
“Saya pusing. Semua upaya yang kami lakukan tidak ada gunanya. Karena, kios dan lapak kami tetap tetap dibongkar,” ungkapnya.
Ribuan pedagang ini rencananya bakal direlokasi di Pasar Agrobis Semando yang lokasinya di sebelah timur Kota Babat. Aksi penolakkan juga karena tempat penampungan sementara (TPS) yang disediakan pemkab tidak memadai. Sebab, dari 2.389 pedagang, Pemkab dan investor hanya menyediakan 1.473 lapak.

About saifulaenwar

saya lelaki sejati low.
This entry was posted in kerisuhan pasar. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s